:: Sahabat Hati Anda di Kala Sepi ::

May 19, 2009

:: Bendera Berkibar ::

Filed under: Uncategorized — Ari Mogi @ 2:47 am

Setelah mendapat pewarisan dharma dan jubah sesepuh, Hui Neng (sesepuh Zen silsilah China ke-6) selama 16 tahun bersembunyi di pegunungan untuk menghindari pengejaran dari murid murid lain yang tidak puas. Akhirnya, Hui Neng muncul dan ditasbihkan sebagai biksu dan diberi nama Hui Neng oleh guru dharma Yin Tsung di Wihara Fa Hsing daerah Kanton.

Menurut cerita, pada saat Hui Neng muncul di Wihara Fa Hsing, kebetulan sedang berlangsung pembabaran Sutra Parinirvana oleh guru dharma Yin Tsung. Pada saat tersebut terdapat dua biksu muda yang sedang bertengkar mengenai apakah bendera atau angin yang bergerak.

Hui Neng yang mendengarkan pertengkaran tersebut kemudian menengahi dengan menjawab, “Bukanlah angin yang bergerak. Bukan pula bendera yang bergerak. Pikiran kalianlah yang bergerak.”

Mendengar jawaban Hui Neng tersebut, Yin Tsung mengundangnya naik panggung untuk bertukar pikiran mengenai dharma, yang kemudian Yin Tsung menyadari bahwa Hui Neng adalah penerima jubah sesepuh kelima. Kemudian Yin Tsung menasbihkan Hui Neng sebagai biksu, sedang dia menjadi murid Hui Neng.

February 4, 2009

:: Mengenal Tuhan… sebelum kita menemukan Tuhan ::

Filed under: Kesadaran Diri — Ari Mogi @ 12:16 am

Siapakah Tuhan? tidak perlu dijawab, tapi yang pasti semua mengenal-Nya kan? yah, sebelum kita menemukan Tuhan, kita perlu mengenalnya terlebih dahulu, tapi seberapa kenal kita dengan Tuhan? 5cm? 1kg? 10 hari? 17 kandela? 5 mach? tidak perlu banyak ukuran dimensi yang kita gunakan, cukup dengan 1 hati saja, maka kita dapat mengenal Tuhan. Bagi yang pernah…

February 1, 2009

:: Secangkir Teh ::

Filed under: Kesadaran Diri — Tags: , , — Ari Mogi @ 2:07 pm

Seorang guru besar sebuah perguruan tinggi mengunjungi Nan In, guru Zen di Jepang. Mereka duduk saling berhadapan. Guru besar itu minta dijelaskan mengenai apakah itu Zen.

Nan In dengan tenang menuangkan teh ke dalam cangkir. Meskipun, cangkir itu sudah penuh, ia menuang terus. Sampai akhirnya guru besar itu tidak tahan lagi. Ia berkata, “Guru jangan tuang lagi, teh sudah melimpah keluar.”

Nan In tersenyum, dan berkata, “Engkau persis cangkir ini, penuh dengan pandangan dan cara berpikirmu sendiri. Jika kau tidak kosongkan dahulu, bagaimana saya mesti menunjukan Zen kepadamu?”

:: Apakah Zen itu? ::

Filed under: Kesadaran Diri — Tags: , , — Ari Mogi @ 11:08 am

Seorang murid bertanya kepada guru Zen.

Murid : Guru, orang seperti apa yang dapat mempraktekkan Zen?

Guru : Orang seperti saya.

Murid : Guru, bagaimana engkau melatih Zen?

Guru : Berlatih Zen adalah mengganti pakaian, mandi, tidur dan makan.

Murid : Tapi Itu kan pekerjaan duniawi. Pelajaran pikiran yang bagaimana yang bisa disebut dengan berlatih Zen?

Guru : Menurutmu, apa yang aku lakukan setiap hari?

August 9, 2008

Salam Sahabat Hati….

Filed under: Berita — Tags: , — Ari Mogi @ 7:37 am

Selamat datang saya ucapakan kepada siapapun anda yang telah berkenan berkunjung ke situs catatan online ini.
Para sahabat, di saat sekarang ini, ketika kita mendapati suatu masalah (baca: cobaan Sang Pencipta), kita perlu seorang sahabat untuk hati kita agar lebih tegar. dan  untuk itulah situs ini ada, selain memang sudah jalan dari situs ini diciptakan oleh Sang Khalik. Semoga anda menikmati berada dalam situs ini, dan untuk perbaikan situs ini, anda tidak perlu sungkan atau pun malu untuk memberikan saran dan kritik untuk perkembangan situs ini, agar kita semua dapat memperoleh manfaat nantinya…

Salam Sahabat Hati…

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.