Setelah mendapat pewarisan dharma dan jubah sesepuh, Hui Neng (sesepuh Zen silsilah China ke-6) selama 16 tahun bersembunyi di pegunungan untuk menghindari pengejaran dari murid murid lain yang tidak puas. Akhirnya, Hui Neng muncul dan ditasbihkan sebagai biksu dan diberi nama Hui Neng oleh guru dharma Yin Tsung di Wihara Fa Hsing daerah Kanton.
Menurut cerita, pada saat Hui Neng muncul di Wihara Fa Hsing, kebetulan sedang berlangsung pembabaran Sutra Parinirvana oleh guru dharma Yin Tsung. Pada saat tersebut terdapat dua biksu muda yang sedang bertengkar mengenai apakah bendera atau angin yang bergerak.
Hui Neng yang mendengarkan pertengkaran tersebut kemudian menengahi dengan menjawab, “Bukanlah angin yang bergerak. Bukan pula bendera yang bergerak. Pikiran kalianlah yang bergerak.”
Mendengar jawaban Hui Neng tersebut, Yin Tsung mengundangnya naik panggung untuk bertukar pikiran mengenai dharma, yang kemudian Yin Tsung menyadari bahwa Hui Neng adalah penerima jubah sesepuh kelima. Kemudian Yin Tsung menasbihkan Hui Neng sebagai biksu, sedang dia menjadi murid Hui Neng.